bangben atau lebih dikenal dengan benni fernando putera, lahir di Muara Enim pada 26 Juni 1998, merupakan seorang mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya angkatan 2016
Senin, 06 Mei 2019
“ Berubah “
Sebenarnya Semua tampak berubah
Aku mulai terbiasa kembali dengan cinta
Ya mungkin ini seubah rasa
Atau aku yang terlalu gila
Semua memang tampak sederhana
Tapi aku terlalu merasa sebagai pujangga
Sebenernya dia tidak pernah memberikan sebuah makna
Tapi aku selalu menabur sebuah rasa
Mungkin ini cinta mungkin juga ini gila
Atau bisa jadi ini adalah kedua nya
Benar cinta gila...
Karya : Benni Fernando Putera
Lihatlah sekitar sana benar-benar sunyi..
Benar-benar gelap,
Dan jujur ini benar-benar menakutkan
Kaki mu memang selalu berjalan,
Tapi hati mu masih tetap bertahan
Heran..
Ini sama sekali tanpa tujuan..
Lalu dia dari kejauhan seolah memberi harapan
Dasar bodoh!
Kenapa kau masih tetap percaya pada sebuah harapan
Benar ini memang tentang hati,
Tapi bukan untuk disakiti
Cukup sudah percaya pada yang tak punya hati..
Lebih baik kamu memilih pergi dan menyendiri
“ Hilang “
Karya : Benni Fernando Putera
Langit biru kala itu..
Indah sekali, tanpa gelap ataupun mendung
Selalu ada ruang untukku dan dirimu menikmatinya
Selalu ada bahagia untuk kita yang tercipta kala itu
Senyummu.. parasmu.. suaramu.. seolah mendekap tubuh kecilku..
Kamu cantik, dan aku selalu suka memandangimu
Waktu terus berlalu..
Siang dan malam pun kemudian silih berganti datang
Kamu dimana? Padahal aku masih disini tanpa berubah selangkahpun
Aku bingung dengan keadaan ini,
Kamu tiba-tiba menghilang atau aku yang terlambat datang
Dulu kamu datang dengan setumpuk cinta,
Sekarang kamu menghilang meninggalkan sejuta luka
Aku yang terlanjur sayang atau kamu yang terlalu curang
Ini tidaklah adil..
Kamu menghilang disaat aku sedang asiknya menuliskan sajak-sajak cinta
Datanglah, aku belum siap menjalani hari-hari tanpamu
Kamu itu harapanku, kamu itu kebahagiaanku dan kuharap kamu selalu menyadari itu
Langit hari ini biru..
Tanpamu dan tanpa cintamu
Pukul saja terus aku dengan cintamu, biar aku luka, biar aku gila
Dulu kamu itu aku,
Yang selalu ada dan siap menghargai segala perasaan ku
Tapi sekarang, untuk memandangimu saja aku harus melakukannya dari kejauhan
Seperti luka yang juga harus disembunyikan
Kamu itu senjaku..
Yang selalu pergi lalu datang kembali, tapi itu dulu...
Lalu, masih ingatkah kau perjalanan terakhir kita?
Saat itu kita berjalan diantara senja yang sangat indah
Kemudian, kita berpisah diantara persimpangan ketika senja menghilang..
Langganan:
Postingan (Atom)
kala itu, ada sebuah cerita sederhana yang mereka ciptakan. tepat saat itu pada bulan agustus 2016, sekumpulan orang yang mereka sebut d...